Etika politik dinasti dan urgensi Pilkada 2020 dalam ancaman pendemi covid 19
Abstrak
Pilkada 2020 terasa berbeda dengan pilkada sebelumnya. Perhelatan Pilkada kali ini dilaksanakan dalam situasi merebaknya Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir di Indonesia dan juga banyak negara di dunia. Selain Pandemi Covid-19, Pilkada tahun ini juga ditandai dengan menyeruaknya kembali “politik dinasti” yakni dengan adanya kandidat di beberapa pemilihan kepala daerah yang berasal dari keluarga penguasa dan petinggi negeri ini, yang siap bertarung memperebutkan kursi kepala daerah. Penyelenggaraan Pilkada 2020 ditengah pendemi Covid 19 dan merebaknya politik dinasti menjadi paradoks potret kehidupan demokrasi di Indonesia saat ini. Diperlukan sebuah kebijakan yang arif dan bijaksana dari pemerintah dan perangkat pelaksana pemilu di Indonesia. Pemerintah dan para politikus negeri ini, harus merancang regulasi tentang boleh tidaknya kerabat dekat maju sebagai pejabat eksekutif maupun legislatif. Hal ini dirasakan sangat perlu dalam upaya untuk membangun etika berpolitik yang sehat dan mencegah budaya politik dinasti yang sangat menciderai pembangunan demokrasi yang baik. Pilkada 2020 juga bukan membuat penyebaran Covid 19 semakin meluas. Penerapan e- Voting dapat menjadi solusi. Impelementasi e- Voting dapat menjadi senjata pamungkas saat Pilkada 2020, yang harus menerima kenyataan dengan kehadiran musuh demokrasi, yakni Covid 19. Pasalnya, e - Voting menawarkan rasionalisasi alasan melawan Covid 19 yang membayangi pelaksanaan tahapan tahapan Pilkada, mulai dari pendaftaran calon, pegumuman calon, tahap kampanye, masa pencoblosan, hingga pengumuman hasil Pilkada. e - Voting menawarkan benefit, yakni memastikan phisical distancing akan terjaga, kemudahan pencoblosan, mencegah pusat keramaian, menawarkan kecepatan dan akurasi data.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
License Terms
1. Copyright Policy
Authors who publish with Jurnal Etika dan Pemilu retain the copyright to their work. By submitting a manuscript, authors grant the journal the right of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0).
2. Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 (CC BY-NC 4.0)
This license allows others to:
-
Share: Copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt: Remix, transform, and build upon the material.
Under the following terms:
-
Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
-
NonCommercial: You may not use the material for commercial purposes.
3. Author Rights
Authors retain the right to:
-
Archive their own articles in institutional or subject-based repositories (such as university websites).
-
Use their articles in their own future work, including lectures, books, or personal compilations.
-
Retain intellectual property rights without restrictions, provided that the original publication in Jurnal Etika dan Pemilu is properly cited.
4. User Responsibilities
Users of the journal website must comply with the following:
-
Any redistribution of published content must include a clear citation of the original article, including the author’s name, the title of the article, the journal name, the volume/issue number, and the DOI link.
-
Commercial reproduction or distribution of any content published in this journal is strictly prohibited without the express written permission of the copyright holder (the author) and the journal publisher (DKPP).
5. Third-Party Content
Some materials (such as images, tables, or data sets) published within an article may be subject to third-party copyright. It is the responsibility of the author to ensure that all necessary permissions have been obtained for the inclusion of such materials prior to submission.